Di pagi yang cerah saya menunggu taxi dengan muka yang berseri, karena hari itu saya akan berangkat untuk mengikuti opserpasi lahan basah ke daerah yang belum bisa saya kunjungi. Rawa bangkau dan Loksado itulah tempat yang ternyata kami kunjungi, walaupun ini sebenarnya bukan untuk rekreasi melainkan bertujuan untuk mengenalkan kita pada lahan basah yang ada pada kalimantan selatan.
Ternyata dua pertiga luas kalimantan selatan berupa rawa yang mungkin selama ini kita tak menyadarinya. Misalnya saja di rawa bangkau, disini masyarakat banyak menternakkan kerbau rawa sedangkan kita ketahui di wilayah indonesia yang terdapat kerbau rawa hanyalah di daerah kalimantan selatan.Disini masyarakatnya kalau kita tinjau dari pembangunan daerah sudah bisa kitakan cukup mapan / berkecukupan, namun yang membuat kita resah iyalah aliran sungai yang semakin keruh dan kurang terawatnya, serta erosi atau pengikisan tepian sungai. Ini sebenarnya bisa berdampak negatif bagi kelangsungan masyarakat di sana maupun kelangsungan sungai itu sendiri.
Saya beserta rombongan menyusuri sungai negara sebelum memasuki kawasan rawa bangkau, disini saya bayak menemukan eceng gondok(ilung) yang bertebaran di aliran sungai, bayaknya sampah rumah tangga yang dibuang ke aliran sungai, serta kurangnya penyiringan aliran sungai yang berfungsi banyak untuk menahan erosi atau abrasi akibat arus sungai. Setelah kami sampai di tengah rawa disana bayak terdapat eceng gondok(ilung) yang sengaja dibudidayakan oleh masyarakat, dan ternyata walaupun eceng gondok ini menghasilkan co2 tetapi juga sangat bermanfaat untuk menyerap unsur logam atau logam berat lainnya yang ada di rawa tersebut.
Sore itu kami pulang ke kandangan untuk beristirahat melonggarkan saraf-saraf yang kaku dan menyiapkan tubuh untuk berangkat ke loksado pada esok harinya. Hari yang cerah membangkitkan diri ku untuk mencari data tentang loksado sebanyak mungkin, dengan dimodalkan GPS, alat pengukur PH, alat pengukur kejernihan air,dll. Setibanya kami di sungai amandit aku sangat bersemangat untuk mencari data sebanyak mungkin. Dari mengukur PH, kuat arus, sampai mengukur debet air sungai amandit.
Matahari yang semakin tinggi mengisyaratkan kami harus mengisi perut kami yang mulai mengguncangkan tubuh kami, sore ini kami akan menjelajahi sungai amandit dan merasakan kehangatan pemandian air panas, dan dimalam itu diadakanlah debat terbuka antara sesama kami semua tentang hasil yang kami dapat selama observasi.
Setelah lama kami observasi dari berbagai tampat, maka yang dapat kita manfaatkan dari wara bangkau iyalah sinar mataharinya yang cukup untuk kita jadikan sebagai tenaga surya altarnatif, keceng gondok yang berpungsi untuk menyerap logam berat dan tampat makan ikan-ikan kecil dan sebagai siklus kehidupan dirawa bangkau, dan perternakan kerbau rawa. Adapun loksado kita bisa menjadikan kawasan ini sebagai kawasan wisata, karena alamnya yang masih alami dan belum terjamah oleh tangan-tangan usil.
Tolong jaga dan lestarikan alam hutan Loksado dari penambang-penambang yang hanya menginginkan uang dan harta tanpa memikirkan kerusakan hutan nantinya.
BalasHapusHutan ini adalah warisan untuk anak cucu kita di masa depan.